Amp en Blogger

BERSIKAP LEMBUT DALAM MENYURUH DAN MELARANG

Advertisemen 300x250


Seorang hamba yang beriman mempunyai kewajiban untuk senantiasa menyuruh kepada kebaikan dan melarang kepada kemungkaran. Sangatlah banyak ayat al Qur an dan as Sunnah yang menjelaskan tentang perintah amar ma’ruf nahi mungkar. Diantaranya adalah :

Pertama : Surat Ali Imran 104.

Allah Ta’ala berfirman : 

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang orang yang beruntung.

Kedua : Surat Ali Imran 110

Allah Ta’ala berfirman :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaikyang dilahirkan untuk manusia (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.

Ketiga : Surat at Taubah 71

Allah Ta’ala berfirman :

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan orang orang yang beriman, laki laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Keempat : Hadits dari Abu Sa’id al Khudri.
 
Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : 

عَنْ اَبِيْ سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإيْمَانِ

Dari Abu Sa’id al Khudri, ia berkata saya telah mendengar Rasulullah Salallahu 'alaihi Wasallam  bersabda : Barang siapa diantara kalian yang melihat kemungkaran maka ubahlah kemungkaran tersebut dengan tangannya jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah selemah selemahnya iman.  )H.R Imam Muslim)

Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda : “Jika manusia mengetahui kedzaliman dan tidak memberantasnya, maka Allah akan menimpakan adzab kepada mereka.” (HR Abu Dawud)

Ketahuilah bahwa salah satu kunci utama keberhasilan dalam menyuruh dan melarang adalah SIKAP LEMAH LEMBUT.
Oleh karena itu seorang hamba yang ingin menyeru kepada kebaikan dan melarang kepada kemungkaran haruslah berusaha menjaga sikap ini. Sungguh perhiasan berharga dalam menyuruh dan melarang adalah lemah lembut.

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam menjelaskan keutamaan dalam berlemah lembut, diantaranya adalah :

Pertama : Allah Ta’ala mencintai lemah lembut.

Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wasallam bersabda :

يَاعَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِيْ الأَمْرِ كُلِّهِ

Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Mahalembut dan mencintai kelembutan di dalam semua urusan. (H.R Imam Bukhari, dari Aisyah)
Imam Muslim juga meriwayatkan hadits ini. Beliau Salallahu ‘alaihi wasallam  bersabda :

يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعطِِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَالاَ يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ

Wahai Aisyah, sesunguhnya Allah itu Mahalembut dan mencintai kelembutan. Allah memberi kepada kelembutan hal-hal yang tidak diberikan kepada kekerasan dan sifat-sifat lainnya.

Kedua : Jika jauh dari sikap lembut maka jauh pula dari kebaikan

Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ يُحْرَمِ الرِّفْقَ يُحْرَمِ الْخَيْرَ

Barangsiapa yang tidak memiliki sifat lembut, maka tidak akan mendapatkan kebaikan. (H.R Imam Muslim dari Jabir bin Abdullah).

Ketiga : Kelembutan akan menghiasi segala sesuatu.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam :

مَا كَانَ الرِّفْقُ فِيْ شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ, وَمَا كَانَ الْعُنْفُ فِيْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

Tidaklah lemah lembut dalam sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah sikap keras dalam segala sesuatu kecuali dia akan merusaknya.(H.R Imam Muslim).

Kisah dibawah ini adalah salah satu pelajaran kelemah lembutan dari Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam. Dari Anas bin Malik, dia berkata, Ketika kami duduk duduk di masjid bersama Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam tiba-tiba datang seorang Badui lalu kencing di masjid. Para sahabat Nabi menghardiknya, “Berhenti, berhenti.” Lalu Rasulullahshallallaahu 'alaihi wasallam bersabda : Jangan bentak dia, biarkan dia (jangan putus kencingnya). Lalu para sahabat membiarkan orang Badui tadi menyelesaikan kencingnya. Kemudian Nabi shallallaahu 'alaihi wasallammemanggilnya dan berkata kepadanya :

إِنَّ هَذِهِ الْمَسَاجِدَ لَا تَصْلُحُ لِشَيْءٍ مِنْ هَذَا الْبَوْلِ وَلَا الْقَذَرِ إِنَّمَا هِيَ لِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالصَّلَاةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ

Sesungguhnya masjid-masjid ini tidaklah boleh untuk buang air kecil atau buang kotoran. Masjid itu tempat untuk dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalat dan membaca Al-Qur`an.
  
Dan beliau shallallaahu 'alaihi wasallam berkata kepada para sahabat : Sesungguhnya kalian diutus untuk mempermudah bukan untuk mempersulit. Siramlah dengan satu ember air pada tempat kencingnya. Lalu orang Badui tadi berkata, “Ya Allah rahmatilah aku dan Muhammad, dan jangan Engaku rahmati yang lain bersama kami.” Lalu Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda : Egkau telah menyempitkan yang luas.(Muttafaq ‘alaih)

Oleh karena itu mari kita pelihara sikap lemah lembut ini dalam kehidupan kita terutama sekali dalam menyuruh kepada kebaikan dan melarang kepada kemungkaran. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam.
Advertisemen 336x280

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments