Kembali Meraih Ridho Allah Dalam Hidupku

Assalamualaikum wr, wb..
Selamat pagi temen-temen blogger
Selamat pagi kaum muslimin dan muslimat dimanapun berada..


Hidup diperujung zaman sangatlah berat cobaannya, dimana hidup ini setiap harinya menghadapi tantangan gaya hidup yang semakin beragam. Budaya hidup yang modern dan semakin melunturkan Aqidah kepercayaan. Dimana sulitnya mengajak Jiwa raga ini untuk beribadah kepadaMu. Dimana semakin sulitnya mendapati seorang teman yang benar-benar mengajak beribadah kepadamu.

Faham Jaman Now melunturkan kewajibanku sebagai seorang hamba yang mempunyai agama ini seakan hilang. Tuntunan yang diajarkan syariat Islam di geras oleh budaya jaman. Munculnya budaya baru yang diciptakan melalui sebuah permainan jaman. Lebih suka dan terbiasa memainkan sebuah alat untuk menghibur diri dan sebagai alat persahabatan.

Terkadang suka menduakan Tuhan diatas segala apa yang di perintahkan oleh Tuhan. Tanpa kusadari aku terlena akan kemajuan jaman. Ibadah Sholatpun jarang aku lakukan, sedekah pun aku merasa enggan, dan kepercayaanku pun luntur di hasut jaman.

Pikiran hidupku hanya tertuju pada duniawi, akupun lupa pada tahapan kehidupan setelah aku mati nanti. Padahal sewaktu aku kecil saat duduk di bangku sekolah dasar aku sudah diajarkan akan hal tersebut, tapi seiring bertambahnya usia dan bertambahnya akal pikiran malah berkurang akan kesadaran hal tersebut. Seakan tujuan hidupku hanya ada pada dunia ini saja.

Hidupku merasa hampa akan akhirat, yang hanya ada pada diriku adalah duniawi saja. Seiring kebutuhan yang semakin beragam menjadikan pekerjaan sebagai titik kesuksesan hidup didunia serta surga yang sesungguhnya.

Dan semakin aku memikirkan kesuksesan dunia, semakin sibuk aku pada dunia, menjadikanku lupa akan akhirat. Seakan aku hidup diesok harinya adalah untuk dunia dan tidak ada niat untuk hidup esok untuk akhirat.

: itulah sebuah perjalanan nyata yang di alami oleh beberapa banyak Manusia yang lupa akhirat.



Dalam sebuah Qur'an dan Hadis di jelaskan dengan seterang-terangnya :


  • Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah shallallahu a’lahi wa sallam bersabda: “… Selagi akan datang suatu masa di mana orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya , kecuali bila dia lari membawa dirinya dari suatu puncak bukit ke puncak bukit yang lain dan dari suatu lubang ke lubang yang lain, maka ketika zaman itu telah terjadi, segala pencarian (pendapatan kehidupan) tidak dapat dicapai kecuali dengan hal yang melibatkan kemurkaan Allah, maka ketika saat ini telah terjadi, kebinasaan seseorang adalah berasal dari menepati kehendak istrinya dan anak-anaknya. Kalau ia tidak memiliki istri dan anak, maka kebinasaannya adalah berasal dari menepati kehendak kedua orang tuanya, dan jikalau orang tuanya sudah tidak ada lagi, maka kebinasaannya adalah berasal dari menepati kehendak kerabatnya (adik beradiknya sendiri/saudarai-saudaranya) atau dari menepati kehendak tetangganya.”
Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah maksud perkataan engkau itu?” Rasulullah menjawab, “Mereka akan mencelanya dan mengaibkannya dengan kesempitan kehidupannya. Maka dari karena itu, ia harus memperlakukan kehendak mereka dengan menceburkan dirinya di jurang – jurang kebinasaan yang akan menghancurkan dirinya.”
[Riwayat al Baihaqi]
Rasulullah saw. bersabda: "Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia. Pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara." Lalu beliau ditanya, "Apakah Ruwaibidlah itu?" beliau menjawab: "Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan orang banyak (umat)." (HR. Ibnu Majah)

  • “Anas r.a. berkata, ketika Nabi ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab: “Syirik (mempersekutukan Allah), durhaka terhadap kedua ayah-bunda, membunuh jiwa manusia, dan saksi palsu.”(Dikeluarkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab “Syahadat”, bab: Apa yang diucapkan dalam saksi palsu).
Penjelasan Hadits


Dalam hadits di atas diterangkan empat macam dosa besar, yakni menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh jiwa manusia tanpa hak, dan menjadi saksi palsu. Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat.
Syirik adalah mempersekutukan Allah dengan selain-Nya yang merupakan dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT. Perbuatan lain yang termasuk juga dosa besar adalah durhaka terhadap ayah bunda, membunuh jiwa manusia, dan menjadi saksi palsu.

Rasulullah juga memperingatkan agar kita jangan sampai terperosok ke dalam tujuh macam perbuatan dosa yang menghancurkan, terutama perbuatan menduakan Allah. Sebab, syirik adalah dosa yang paling besar, dan perbuatan syirik ibarat menghina Allah Maha Pencipta dan Maha Pengatur seluruh alam ini. Apabila seseorang menjadikan Tuhan selain Allah, berarti ia menganggap Allah itu lemah, yang sudah barang tentu merupakan perbuatan kurang ajar terhadap kekuasaan Allah Yang Maha Agung.

  • Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang tujuan hidupnya adalah dunia maka Allah akan mencerai beraikan urusannya. Menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya dan dia mendapat dunia menurut apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa yang tujuan hidupnya adalah negeri akhirat, Allah Ta’ala akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan dihatinya dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina” (H.R Imam Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Silsilah Hadits ash Shahihah).
Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam  bersabda  : “Barangsiapa yg bangun di pagi hari namun hanya dunia yang dipikirkannya sehingga seolah olah dia tidak melihat hak Allah padanya, maka Allah akan menanamkan 4 penyakit dalam dirinya :  Kebingungan yg tiada putusnya. Kesibukan yg tidak ada ujungnya.  Kebutuhan yang tidak terpenuhi  dan   keinginan yg tidak tercapai”. (H.R  ath Thabrani).

Sekian, semoga artikelnya dapat membuka Hati dan pikiran kita. Semoga bermanfaat.
Kalo bingung dan gak paham tanya saja sama ustadz atau ustadzah yang ada di daerah kalian masing-masing.

0 Response to "Kembali Meraih Ridho Allah Dalam Hidupku"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel